Tampilkan postingan dengan label Crude Oil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Crude Oil. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Maret 2015

MINYAK BUMI

WELLOPERATION - Minyak mentah ( Crude Oil ), adalah minyak bumi dalam bentuk aslinya dari alam, di keluarkan dari dalam tanah, merupakan bahan baku untuk untuk proses dikilang minyak mennjadi BBM dan non BBM, komposisi utamanya terdiri dari hidrokarbon dengan atom C antara 83-37 % serta atom H antara 11-14 %.  
Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin: petrus ), dijuluki juga sebagai emas hitam adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi. Minyak bumi dan gas alam berasal dari jasad renik lautan, tumbuhan dan hewan yang mati sekitar 150 juta tahun yang lalu. Sisa-sisa organisme tersebut mengendap di dasar lautan, kemudian ditutupi oleh lumpur. Lapisan lumpur tersebut lambat laun berubah menjadi batuan karena pengaruh tekanan lapisan di atasnya. Sementara itu, dengan meningkatnya tekanan dan suhu, bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa jasad renik tersebut dan mengubahnya menjadi minyak dan gas.
Proses pembentukan minyak bumi dan gas ini memakan waktu jutaan tahun. Minyak dan gas yang terbentuk meresap dalam batuan yang berpori seperti air dalam batu karang. Minyak dan gas dapat pula bermigrasi dari suatu daerah ke daerah lain, kemudian terkosentrasi jika terhalang oleh lapisan yang kedap.
Walupun minyak bumi dan gas alam terbentuk di dasar lautan, banyak sumber minyak bumi yang terdapat di daratan. Hal ini terjadi karena pergerakan kulit bumi, sehingga sebagian lautan menjadi daratan.
Dewasa ini terdapat dua teori utama yang berkembang mengenai asal usul terjadinya minyak bumi, antara lain
Teori Anorganik (Abiogenesis) 
Barthelot (1866) mengemukakan bahwa di dalam minyak bumi terdapat logam alkali, yang dalam keadaan bebas dengan temperatur tinggi akan bersentuhan dengan CO2 membentuk asitilena. Kemudian Mandeleyev (1877) mengemukakan bahwa minyak bumi terbentuk akibat adanya pengaruh kerja uap pada karbida-karbida logam dalam bumi. Yang lebih ekstrim lagi adalah pernyataan beberapa ahli yang mengemukakan bahwa minyak bumi mulai terbentuk sejak zaman prasejarah, jauh sebelum bumi terbentuk dan bersamaan dengan proses terbentuknya bumi. Pernyataan tersebut berdasarkan fakta ditemukannya material hidrokarbon dalam beberapa batuan meteor dan di atmosfir beberapa planet lain. Secara umum dinyatakan seperti dibawah ini: Berdasarkan teori anorganik, pembentukan minyak bumi didasarkan pada proses kimia, yaitu :
a. Teori alkalisasi panas dengan CO2 (Berthelot)
     Reaksi yang terjadi:
alkali metal + CO2 karbida
karbida + H2O ocetylena
C2H2 C6H6 komponen-komponen lain.

Dengan kata lain bahwa didalam minyak bumi terdapat logam alkali dalam keadaan bebas dan bersuhu tinggi. Bila CO2 dari udara bersentuhan dengan alkali panas tadi maka akan terbentuk ocetylena. Ocetylena akan berubah menjadi benzena karena suhu tinggi. Kelemahan teori ini adalah logam alkali tidak terdapat bebas di kerak bumi.
b. Teori karbida panas dengan air (Mendeleyef)
Asumsi yang dipakai adalah ada karbida besi di dalam kerak bumi yang kemudian bersentuhan dengan air membentuk hidrokarbon, kelemahannya tidak cukup banyak karbida di alam.
Teori Organik (Biogenesis)
            Berdasarkan teori Biogenesis, minyak bumi terbentuk karena adanya kebocoran kecil yang permanen dalam siklus karbon. Siklus karbon ini terjadi antara atmosfir dengan permukaan bumi, yang digambarkan dengan dua panah dengan arah yang berlawanan, dimana karbon diangkut dalam bentuk karbon dioksida (CO2). Pada arah pertama, karbon dioksida di atmosfir berasimilasi, artinya CO2 diekstrak dari atmosfir oleh organisme fotosintetik darat dan laut. Pada arah yang kedua CO2 dibebaskan kembali ke atmosfir melalui respirasi makhluk hidup (tumbuhan, hewan dan mikroorganisme).
 P.G. Mackuire yang pertama kali mengemukakan pendapatnya bahwa minyak bumi berasal dari tumbuhan. Beberapa argumentasi telah dikemukakan untuk membuktikan bahwa minyak bumi berasal dari zat organik yaitu:
- Minyak bumi memiliki sifat dapat memutar bidang polarisasi,ini disebabkan oleh adanya kolesterol atau zat lemak yang terdapat dalam darah, sedangkan zat organik tidak terdapat dalam darah dan tidak dapat memutar bidang polarisasi.
- Minyak bumi mengandung porfirin atau zat kompleks yang terdiri dari hidrokarbon dengan unsur vanadium, nikel, dsb.
- Susunan hidrokarbon yang terdiri dari atom C dan H sangat mirip dengan zat organik, yang terdiri dari C, H dan O. Walaupun zat organik menggandung oksigen dan nitrogen cukup besar.
- Hidrokarbon terdapat di dalam lapisan sedimen dan merupakan bagian integral sedimentasi.
- Secara praktis lapisan minyak bumi terdapat dalam kambium sampai pleistosan.
- Minyak bumi mengandung klorofil seperti tumbuhan.
Proses Pembentukan Minyak Bumi
Proses pembentukan minyak bumi terdiri dari tiga tingkat, yaitu:
1. Pembentukan sendiri, terdiri dari:
- pengumpulan zat organik dalam sedimen
- pengawetan zat organik dalam sedimen
- transformasi zat organik menjadi minyak bumi.
2. Migrasi minyak bumi yang terbentuk dan tersebar di dalam lapisan sedimen terperangkap.
3. Akumulasi tetes minyak yang tersebar dalam lapisan sedimen hingga berkumpil menjadi akumulasi komersial.

Proses kimia organik pada umumnya dapat dipecahkan dengan percobaan di laboratorium, namun berbagai faktor geologi mengenai cara terdapatnya minyak bumi serta penyebarannya didalam sedimen harus pula ditinjau. Fakta ini disimpulkan oleh Cox yang kemudian di kenal sebagai pagar Cox diantaranya adalah: Minyak bumi selalu terdapat di dalam batuan sedimen dan umumnya pada sedimen marine, fesies sedimen yang utama untuk minyak bumi yang terdapat di sekitar pantai.
 Minyak bumi memang merupakan campuran kompleks hidrokarbon. Temperatur reservior rata-rata 107°C dan minyak bumi masih dapat bertahan sampai 200°C. Diatas temperatur ini forfirin sudah tidak bertahan. Minyak bumi selalu terbentuk dalam keadaan reduksi ditandai adanya forfirin dan belerang. Minyak bumi dapat tahan pada perubahan tekanan dari 8-10000 psi. Proses transformasi zat organik menjadi minyak bumi.
Ada beberapa hal yang mempengaruhi peristiwa diatas, diantaranya:
1. Degradasi thermal
Akibat sedimen terkena penimbunan dan pembanaman maka akan timbul perubahan tekanan dan suhu. Perubahan suhu adalah faktor yang sangat penting.
2. Reaksi katalis
Adanya katalis dapat mempercepat proses kimia.
3. Radioaktivasi
Pengaruh pembombanderan asam lemak oleh partikel alpha dapay membentuk hidrokarbon parafin. Ini menunjukan pengaruh radioaktif terhadap zat organik.
4. Aktifitas bakteri.
Bakteri mempunyai potensi besar dalam proses pembentukan hidrokarbon minyak bumi dan memegang peranan dari sejak matinya senyawa organik sampai pada waktu diagnosa, serta menyiapkan kondisi yang memungkinkan terbentuknya minyak bumi. Zat organik sebagai bahan sumber Jenis zat oragink yang dijadikan sumber minyak bumi menurut para ahli dapat disimpulkan bahwa jenis zat organik yang merupakan zat pembentuk utama minyak bumi adalah lipidzat organik dapat terbentuk dalamkehidupan laut ataupun darat dan dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu: yang berasal dari nabati dan hewani.

SEMOGA BERMANFAAT "

Kamis, 26 Maret 2015

Harga Minyak Mentah Dunia

WellOperation - Secara umum Harga Minyak Mentah Dunia dibagi menjadi 2 jenis:

West Texas Intermediate (WTI)
West Texas Intermediate digunakan terutama di Amerika Serikat. Ia adalah minyak mentah dalam kategori “light” (API gravity) dan “sweet” (rendah-sulfur) sehingga ideal untuk memproduksi produk-produk seperti bensin rendah sulfur dan diesel rendah belerang. Brent tidak “seringan” atau “semanis” WTI tetapi masih termasuk minyak mentah bermutu tinggi. “OPEC basket” sedikit lebih berat dan lebih asam dari Brent. Sebagai hasil dari perbedaan gravitasi dan belerang. (blog.juarto)


Brent Blend
Brent Crude digunakan di seluruh dunia, terutama di Eropa dan pasar “OPEC basket”. Benchmark ini adalah campuran minyak mentah dari 15 ladang minyak yang berbeda di Laut Utara.

Minggu, 22 Maret 2015

Chemical untuk Industri Gas & Minyak Bumi

Chemical untuk Industri Gas & Minyak Bumi


Mengapa Harus Ada Chemical Pada Industri Oil & Gas..??? 

Untuk meningkatkan kualitas minyak mentah 
Untuk mencegah pencemaran lingkungan 
Untuk menjaga agar peralatan di industri oil & gas awet 

Secara umum chemical untuk industri oil & gas, dibagi :  Chemical-chemical untuk produksi 
Chemical-chemical untuk maintenance/perawatan 
Chemical-chemical untuk refinery/kilang minyak 
Chemical-chemical untuk produksi (production chemicals) : 




Chemical untuk membantu proses produksi  

Proses produksi : 
proses pengambilan oil & gas dari bumi sampai siap di jual Chemical-chemical untuk produksi (production chemicals), antara lain : 
Demulsifier Reverse 
Demulsifier 
Corrosion Inhibitor 
Scale Inhibitor dll 

Demulsifier Adalah chemical yang berfungsi untuk memcahkan emulsi Emulsi : percampuran antara minyak dengan air yang tidak dapat memisah pada kondisi normal (pemisahan dengan gaya gravitasi) 
Tujuan : Untuk meningkatkan kualitas minyak. Karena minyak yang banyak emulsi (air atau pengotor lain) tidak laku di jual. Reverse Demulsifier Adalah chemical yang berfungsi untuk menjernihkan air buangan. 

Air buangan adalah air yang terbawa dari bumi sewaktu proses pengambilan minyak, dan setelah dipisahkan dari minyak, air tersebut dibuang.  
Tujuan : mencegah pencemaran lingkungan oleh minyak Pemerintah menerapkan kandungan minyak pada air buangan max 25 ppm  

Corrosion Inhibitor Adalah chemical yang berfungsi untuk mencegah korosi/karat pada bagian dalam pipa aliran minyak Adanya korosi/karat dapat menyebabkan kebocoran pipa. Akibat kebocoran : minyak tumpah, lingkungan tercemar, proses produksi berhenti dan penggantian pipa baru (cost/biaya)  

Scale Inhibitor Adalah chemical yang berfungsi untuk mencegah adanya scale/kerak pada bagian dalam pipa aliran minyak Adanya korosi/karat dapat menyebabkan diameter pipa mengecil dan akhirnya tersumbat. Akibat diameter pipa mengecil : produlsi menurun (karena  aliran minyak berkurang, tekanan makin besar (faktor keamanan)  Akibat diameter pipa tersumbat : produlsi terhenti, penggantian pipa baru (biaya/cost) 

Chemical-chemical untuk perawatan (maintenance chemicals) 
Chemical untuk perawatan peralatan dalam industri oil & gas Chemical ini umumnya digunakan agar  peralatan bisa tahan lama Chemical-chemical untuk perawatan (maintenance chemicals), antara lain : 
Coating (cat) 
Cleaner (pembersih) 
Rust remover (perontok karat) 
Lubricant (pelicin/gemuk) dll 

Coating (cat) Untuk melapisi permukaan peralatan, agar tidak terjadi karat. 
Coating adalah mencegah external corrosion (korosi bagian luar) Tujuan : mejaga agar peralatan tetap awet. Cleaner (pembersih) Cleaner dalam industri oil & gas sangat umum. 

Secara umum, cleaner dibagi menjadi 2 : 

solvent base & water base. Solvent base digunakan untuk kotoran yang susah hilang, water base di gunakan untuk kotoran yang ringan. 

Rust Remover (Perontok Karat) Adalah chemical yang berfungsi untuk merontokkan karat-karat yang sudah terbentuk. Rust remover biasa di gunakan untuk peralatan yang akan di cat ulang. Rust remover sebagian ada yang langsung berfungsi sebagai lapisan dasar cat. 

Lubricant (gemuk/pelicin) Digunakan untuk alat-alat bergerak dan bergesekan agar pada gesekan tidak menimbulkan panas dan tidak capat aus. 

Chemical-chemical untuk refinery / kilang minyak Chemical yang digunakan untuk proses kilang minyak. Umumnya chemical pada kilang minyak hampir sama dengan chemical production. Chemical-chemical untuk refinery / kilang minyak, antara lain :  
Demulsifier (desalter agent) 
Corrosion Inhibitor 
Scale Inhibitor/anti foulant  dll 

Demulsifier (desalter agent) Berfungsi seperti demulsifier, bedanya emulsi yang dipecahkan adalah emulsi yang sengaja dibuat Emulsi terjadi karena adanya fresh water yang dicampur dalam minyak untuk melarutkan garam dalam minyak  Tujuan : agar kadar garam dalam minyak habis/tinggal sedikit. Karena garam dalam minyak akan menyebabkan masalah dalam proses pengilangan. 

Corrosion Inhibitor Fungsinya sama dengan corrosion inhibitor pada chem. production Pada refinery bagian yang dilindungi dari terjadinya korosi adalah pada distillation tower, karena pada bagian ini adalah bagian yang rentan terjadi korosi  

Scale Inhibitor (anti foulant) Berguna untuk mencegah terjadinya fouling/kerak pada dapur pemanas (furnace) Perbedaan foling dengan kerak adalah : Kerak umumnya di sebabkan oleh mineral anorganik. Fouling disebabkan oleh mineral organik dan anorganik. Adanya korosi/karat dapat menyebabkan diameter tube furnace mengecil dan akhirnya tersumb